by

Inilah Harga Beras Untuk Zakat Fitrah di Garut, Pangkalpinang, dan Padang

Badan Amil Zakat (Baznas) kabupaten Garut menetapkan, Harga Beras untuk zakat fitrah Berdasarkan hasil rapat Komisi Fatwa MUI kabupaten Garut dengan Pemda Garut dan Kemenag Garut untuk wilayah Kabupaten Garut sebesar Rp, 12,000,- per kilogram beras (2,5 X 12.000,- = Rp. 30.000,-).

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pangkalpinang melalui Penyelenggara Syariah akan menggelar rapat Penentuan Besaran  Zakat Fitrah dan  Zakat  Maal (Harta) untuk wilayah Kota Pangkalpinang Tahun 1440 H/2019 pada hari Rabu, 15 Mei 2019.

“Untuk rapat besok kita telah mengundang beberapa pihak terkait, yakni Pemkot Pangkalpinang, Pengadilan Agama, MUI, Baznas, KUA dan Ormas Islam di wilayah Kota Pangkalpinang,” kata Rissa Mulia Artha, Kasi Penyelenggara Syariah Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang di kantornya, Selasa (14/05/2019).

Rissa menambahkan ia juga telah mengutus Staf Pelaksana Penyelenggara Syariah, Ustadz Philip Bahari, untuk melakukan survei dan pengecekan harga bahan makanan pokok (beras) dan harga emas di tingkat pedagang di wilayah Kota Pangkalpinang.

Harga Beras Untuk Zakat Fitrah

“Survei dan pengecekan harga beras dan emas sangatlah penting untuk dilakukan, karena kedua komoditi itu merupakan patokan dalam perhitungan nisab zakat,” ujar Rissa.

Dijelaskannya, harga beras digunakan untuk acuan penentuan zakat fitrah dan harga emas digunakan dalam penentuan zakat maal.

“Untuk tahun 2018 yang lalu, zakat fitrah untuk wilayah Kota Pangkalpinang dengan  Beras  sebanyak 2,5 kg dengan standar harga beras Rp 12.500/kg atau disetarakan dengan uang Rp 31.250 dibulatkan menjadi Rp. 32.000,” ungkapnya.

Sedangkan untuk zakat maal (harta) dilaksanakan apabila telah mencapai nisab 227 mata atau 85 gram emas dalam khaul (masa simpan) selama satu tahun, dengan standar harga emas Rp 227.000/mata atau Rp 600.000/gram. Bila disetarakan dengan uang, nisab zakat maal tahun 2018 lalu adalah Rp 51.075.000.

“Untuk tahun ini sepertinya tidak ada perubahan yang signifikan dari tahun sebelumnya karena berdasarkan hasil survei, harga kedua komoditi tersebut masih relatif sama dengan tahun kemarin,” tukas Rissa.


Selain wajib menjalankan ibdah puasa, umat muslim juga diwajibkan untuk menunaikan  zakat fitrah, dengan syarat-sayarat yang telah ditentukan.

Zakat fitrah diukur berdasarkan makanan  pokok yang dikonsumsi sehari-hari.

Makanan pokok yang dimaksud berupa beras dengan takaran sebanyak 2,5 kilogram setiap jiwa.

Namun untuk memudahkan pembayaran zakat fitrah, maka dikonversi dengan takaran 2,5 kilogram beras dengan nominal uang yang sebanding dengan kualitas beras yang dikonsumsi sehari-hari.

Sebagai pedoman untuk masyarakat, pemerintah daerah mengeluarkan ketetapan besaran takaran zakat.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Berau, Alfi Taufik menjelaskan penetapan kadar zakat telah dilakukan sejak 30 April 2019.

Penetapan lebih awal dimaksudkan untuk memberikan waktu yang cukup untuk sosialisasi kepada masyarakat.

Penetapan kadar zakat, Kantor Kementerian Agama ini melibatkan tim dari beberapa lembaga dan instansi pemerintah.

Seperti dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoprindag) yang memiliki data tentang harga pasaran berbagai macam jenis dan tingkatan kualitas beras.

Kadar zakat dibagi menjadi tiga kategori.

Meskipun timbangan sama 2,5 kilogram. Namun, pembagian kategori untuk menyesuaikan harga beras di pasaran. Dengan nilai yang terendah sebesar Rp 27.500, sedang Rp 32.500 dan yang tertinggi sebesar Rp 37.500.

Pembayaran dapat dilakukan melalui badan amil zakat yang tersebar di seluruh kecamatan dan kampung.

“Zakat fitrah adalah kewajiban bagi setiap muslim yang memiliki kelebihan nafkah keluarga yang harus ditunaikan sebelum shalat Idul Fitri,” ujar Alfi Taufik.

Lebih awal menunaikan zakat menurutnya akan lebih memudahkan petugas pengumpul dalam penyaluran zakat firah.

Selain menetapkan zakat fitrah, pihaknya juga menetapkan kadar fidyah sebesar 6 ons beras per hari/jiwa atau dikonversikan sebesar Rp 15.000 per hari/jiwa.


PADANG – Badan Amil Zakat Nasional Padang (Baznas) telah menetapkan harga zakat fitrah dan fidyah di kota Padang untuk Ramadhan 1440 H. Baznas Kota Padang menetapkan nomor ini sehingga ada keseragaman untuk pembayaran zakat dan fidyah.

Ketua Baznas Kota Padang Episantoso mengatakan besaran fidyah adalah senilai Rp 45 ribu. Sementara untuk zakat fitrah beragam karena disesuaikan dengan jenis beras yang dikonsumsi sehari-hari.

“Besaran fidyah Rp 45 ribu perhari. Untuk zakat fitrah, disesuaikan dengan beras yang dikonsumsi setiap hari,” tulis Episantoso.

Baznas di kota Padang menyebutkan empat jenis beras yang umumnya dikonsumsi oleh masyarakat kota Padang. Pertama beras jenis Solok atau Sokan. Per kilo gram-nya beras Solok ini seharga RP 16 ribu. Jadinya masyarakat yang mengonsumsi beras Solok setiap hari harus membayarkan zakat senilai RP 40 ribu per orang.

Kedua adalah beras berjenis Anak Daro. Beras ini setiap kilo gram nya berharga Rp 14 ribu. Sehingga untuk zakat fitrahnya senilai Rp 37 ribu. Ada lagi beras berjenis Ir. 42.

Harga beras ini per kilo gram Rp 13.600. Jadi zakat fitrah nya senilai Rp 34 ribu. Terakhir beras Dolok atau beras Bulog. Per kilo gram seharga Rp 11 ribu. Kewajiban zakatnya hanya Rp 11 ribu per orang.

“Besaran zakat fitrah dan fidyah ini berlaku bagi masjid/mushola di Kota Padang tahun 1440 H atau 2019 M, khususnya masjid dan mushola yang sudah di SK-kan pengurus unit pelayanan zakat (UPZ) nya oleh Baznas Kota Padang.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed